SEKILAS TENTANG IRIGASI

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak sebagai  pelaku (subjek) atau air sebagai media (objek).  Proses-proses utama yang menciptakan kesuburan tanah atau sebaliknya yang mendorong degradasi tanah hanya dapat berlangsung apabila terdapat kehadiran air.  Oleh karena itu, tepat kalau dikatakan air merupakan sumber kehidupan.

Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman.  Dengan demikian tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal.  Pemberian air irigasi yang efisien selain  dipengaruhi oleh tatacara aplikasi, juga ditentukan oleh  kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman.

Fungsi Irigasi

1. Memasok kebutuhan air tanaman
2. Menjamin ketersediaan air apabila terjadi betatan
3. Menurunkan suhu tanah
4. Mengurangi kerusakan akibat frost
5. Melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah

Tujuan Irigasi

1. Irigasi bertujuan untuk membantu para petani dalam mengolah lahan pertaniannya, terutama bagi para petani di pedesaan yang sering kekurangan air.
2. Meningkatkan Produksi Pangan terutama beras
3. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan air irigasi
4. Meningkatkan intensitas tanam
5. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam pembangunan jaringan irigasi perdesaan

Manfaat Irigasi

           Irigasi sangat bermanfaat bagi pertanian, terutama di pedesaan. Dengan irigasi, sawah dapat digarap tiap tahunnya, dapat dipergunakan untuk peternakan, dan keperluan lain yang bermanfaat.

           Peran irigasi teknis sangat penting dalam pemenuhan produksi pangan nasional. Dari luas wilayah irigasi yang telah di bangun pemerintah sampai dengan tahun 2009 adalah 7.2 juta ha, menyumbang produksi beras nasional seperti pulau Jawa dan Sumatera memnerikan kontribusi paling besar dan disusul dengan Sulawesi, Kalimantan dan Nusa Tenggara serta Bali, sementara Maluku dan Papua merupakan lumbung pada yang mulai dikembangkan. Demikian dikatakan Plt Direktur jenderal Sumber Daya Air Moch. Amron dalam dialog dengan RRI Pro2 fm 15 Maret 2010.

            Dari beberapa sawah beririgasi teknis seluas 799 ribu ha (11.05%) mendapatkan pasokan air irigasi dari waduk dan 6.4 juta ha (88.95%) mendapatkan pasokan air langsung dari sungai (non waduk). Perhitungan produksi beras yang dihasilkan adalah luas irigasi dengan intensitas tanam untuk sawah yang terdiri oleh waduk atau bendungan dikalikan produktivitas tanam.

          Dalam dialog tersebut, terdapat mendapatkan apresiasi dari masyarakat, dalam bentuk partisipasi memberikan opini. Turut juga menjadi pembicara adalah Dr. Prastowo dari Teknik Sipil IPB. Pendapat yang disampaikan oleh masyarakat antara lain dari Dadang yang berprofesi sebagai pedagang yang mempunyai opini “Irigasi waduk itu banyak, hanya saja perawatan yang kurang dari pemerintah. Petani tidak bisa menikmati hasil panen yang baik dikarenakan perawatan waduk atau irigasi yang kurang, apalagi jika musim kemarau tiba.” Pendapat lainnya datang dari seorang guru yang bernama Irwin beropini “Air adalah kebutuhan primer bagi masyarakat sehingga perlu adanya pengelolaan air. Agar dimanfaatkan sepenuhnya oleh rakyat. Pengelolaan air ini untuk kebutuhan bisa di dapat dari macam-macam hal, seperti ketersediaan air lewat waduk atau irigasi kurang diperhatikan.

             Beberapa waktu lalu kita mendengar ada beberapa waduk yang jebol atau daerah resapan air yang berubah fungsi menjadi mall atau perumahan, jika ini dibiarkan terus terjadi ini akan banyak merugikan kita semua.” Untuk menanggapi masalah irigasi Prastowo mengatakan akan menjadikan catatan tersendiri mengenai perawatan dan pemeliharaan, dan karena sudah nampak dampak kerusakan pada jaringan irigasi itu sendiri. Sementara pada masa reformasi, kenyataan yang harus dihadapi dan perawatan yang terbengkalai. Setelah masa reformasi akhirnya dibuatlah Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 . Prastowo mengatakan kerusakan terkait dengan fungsi, criteria rusaknya fungsi dari setiap bangunan yang ada itu akan menjawab beberapa opini dari masyarakat. Substansi yang sebenarnya adalah mengenai storage, mengenai musim kemarau dan irigasi yang tidak berfungsi dengan baik.

             Selanjutnya adalah persoalan mengenai efisiensi pemanfataan. Pembangunan bisa berjalan dengan baik bila ada koordinasi yang baik juga. Pada saat musim kemarau tiba kapasitas air di waduk mengalami kekeringan. Pada saat adanya perubahan pendekatan pada masa Orde Baru ke masa Reformasi berpengaruh terhadap terbengkalainya perawatan dan pemeliharaan dan itu tidak hanya terlihat pada bidang pengelolaan irigasi tetapi juga terlihat dari semuanya. Kondisi prasarana irigasi teknis yang ada seluas 7.23 juta ha, luas irigasi kewenangan pusat yang diaudit pada bulan Februari 2010  34,28% yaitu seluas 2,47 ha. Irigasi yang dalam kondisi baik sebesar 1,050 juta ha (42,39%) dan irigasi dalam kondisi rusak aalah 1,4 juta (57,61%). Kondisi yang rusak berat sekitar 10,3% atau 257 ribu ha, rusak sedang sekitar 32,90% atau 815 ribu ha dan yang rusak ringan 14,33% atau 355 ribu ha. Rehabilitasi diperlukan sehingga jaringan irigasi dapat berfungsi kembali dengan baik.

             Banyak yang dipelajari mengenai masalah kerusakan irigasi sebenarnya adalah pelajaran yang diperoleh karena adanya perubahan-perubahan karena adanya Otonomi Daerah. Amron mengatakan di saat kita sudah dewasa kita akan dapat mengatasi, namun pengambilan keputusan untuk perbaikan ini tidak akan di tunda lagi.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s