All About Polymer for Concrete

Polimer mempunyai daya rekat (adhesive) yang tinggi. Oleh karena itu mulai digunakan dalam rekayasa sipil. Kemampuan polimer sebagai polimer perekat ini merupakan dasar dari penggunaan polimer sebagai matriks dalam beton yang dapat menggantikan fungsi semen, atau sebagai mortar yang dapat dikembangkan untuk bahan perbaikan struktur beton. Penggunaan polimer sebagai matriks ditujukan untuk menghasilkan material beton yang lebih kedap air, dimana rekatan atar butir agregatnya sangat kuat. Selain itu penggunaan polimer sebagai matriks juga ditujukan untuk mencari material yang lebih tahan terhadap korosi, serta mempunyai kuat tekan dan kuat tarik tinggi.

Penggunaan polimer dalam beton dikelompokkan kedalam jenis berikut :
1. Beton Polimer Semen (Polymer Cement Concrete, PCC)


Pada pembuatan beton polimer semen ini, monomer bersama-sama dengan semen berfungsi sebagai matriks pengikat dalam campuran beton. Monomer terlebih dahulu ditambahkan ke dalam semen sebelum semen dicampurkan dalam bahan susun agregat lainnya. Mengerasnya monomer menjadi polimer secara organik terjadi bersamaan dengan mengerasnya pasta semen secara anorganik. Akibatnya sebagian pori-pori beton akan terisi oleh bahan polimer. Jumlah polimer yang dibutuhkan pada pembuatan polymer cement concrete kurang dari 30% berat total bahan susun beton. Perbandingan berat polimer dengan pasta semen berkisar antara 15-50%. Dengan komposisi ini pori-pori beton berkisar antara 10-20% isi total beton.
2. Polimer Impregnated Concrete ( PIC )


Pembuatan polymer impregnated concrete bertujuan untuk menghaslkan beton dengan porositas yang rendah. Beton yang digunakan untuk polymer impregnated concrete, tidak memerlukan kriteria campuran yang khusus. Seluruh jenis agregat, semen dan bahan campuran lain, yang sudah biasa digunakan pada pembuatan beton biasa, bisa digunakan untuk polymer impregnated concrete, monomer diresapkan kedalam pori-pori beton yang telah mengeras. Kemudian melalui proses pemanasan atau radiasi, monomer tersebut mengeras menjadi polimer. Untuk pembuatan polymer impregnated concrete ini dibutuhkan muatan polimer berkisar antara 3-8% berat total bahan susun beton. Perbandingan berat polimer dengan pasta semen berkisar antara 5-15%. Komposisi ini menghasilkan porositas antara 3-5% isi beton.
3. Beton Polimer ( Polymer, PC)


Polymer concrete merupakan jenis beton polimer yang paling berbeda dengan jenis lainnya. Pembuatan beton polimer ini tidak menggunakan semen Portland, walaupun semen Portland sudah biasa digunakan sebagai agregat ataupun sebagai filler pada pembuatan beton biasa. Bahan pengikat (matriks) yang digunakan untuk pembuatan beton polimer ini adalah bahan polimer. Pada proses pembuatannya, monomer dicampurkan langsung dengan bahan susun lainnya. Proses pengerasan monomer dapat terjadi melalui dua cara yaitu dengan cara polimerisasi dan polikondensasi. Pada pembuatan polymer concrete, jumlah polimer yang digunakan berkisar antara 6-20% dari berat susut beton. Porositasnya cukup kecil, biasanya kurang dari 5% isi beton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s